Ayah, sosok yang seringkali luput dari perbincangan kita. Kiprahnya sebagai imam di rumah, tapi disisi lain harus banyak diluar rumah demi memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya.
Mengadaptasi dari cerpen karya Yoni Elviandri, film pendek sederhana gue kali ini menjadi bentuk kecintaan dan persembahan untuk para ayah. Ketahuilah bahwa kami tak pernah lupa dan akan selalu memberikan apapun untuk kebahagianmu, meskipun hanya sebuah 'Baju Koko untuk Ayah'
Selamat menyaksikan :)
https://www.youtube.com/watch?v=hRE3Kgsd-wg&list=UU9sGsGAU2G9ntVjHaO88rtA
Minggu, 22 Maret 2015
Posted by TARMIZI on 21.18 with No comments
Ayah, sosok yang seringkali luput dari perbincangan kita. Kiprahnya sebagai imam di rumah, tapi disisi lain harus banyak diluar rumah demi memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya.
Mengadaptasi dari cerpen karya Yoni Elviandri, film pendek sederhana gue kali ini menjadi bentuk kecintaan dan persembahan untuk para ayah. Ketahuilah bahwa kami tak pernah lupa dan akan selalu memberikan apapun untuk kebahagianmu, meskipun hanya sebuah 'Baju Koko untuk Ayah'
Selamat menyaksikan :)
https://www.youtube.com/watch?v=hRE3Kgsd-wg&list=UU9sGsGAU2G9ntVjHaO88rtA
Mengadaptasi dari cerpen karya Yoni Elviandri, film pendek sederhana gue kali ini menjadi bentuk kecintaan dan persembahan untuk para ayah. Ketahuilah bahwa kami tak pernah lupa dan akan selalu memberikan apapun untuk kebahagianmu, meskipun hanya sebuah 'Baju Koko untuk Ayah'
Selamat menyaksikan :)
https://www.youtube.com/watch?v=hRE3Kgsd-wg&list=UU9sGsGAU2G9ntVjHaO88rtA
Posted by TARMIZI on 20.54 with No comments
Berpergian ala-ala anak
muda –cie ilah- seperti yang kami lakukan kali ini lagi-lagi bikin gue pengen
trip lagi lagi dan lagi sama temen2 kayak gini. Kali ini diawal bulan November
2014, 2 minggu sebelum Wisuda gue –yeay- , kami sempatkan buat trip ke salah
satu situs bersejrah yang lagi ngehits beberapa tahun belakangan karena
kabarnya bukit dari situs ini merupakan bangunan Piramid yang kabarnya juga
lebih besar dari piramid yang ada di Mesir. Kabarnya sih gitu, dan sampe sekarang
masih diteliti lebih lanjut kebenarannya.Karena alasan itu juga, akhirnya kami
yang dimotori oleh Yoni, Hafiz, Gusmen, Icha, Dencong, Isti, dan Gue sendiri
pastinya mengunjungi situs ini.
Perjalanan kami awali dari Bogor, tapi terpisah 2 team.
Team 1 (Gue, Gusmen, Dencong) berangkat pake kereta api seharga tiket Rp55rb,
sedangkan team 2 (Icha, Yoni, Hafiz, Isti) berangkat naik mobil sewaan. Kepaksa
kebagi dua karena Team 1 udah keburu beli tiket duluan, dan demi kepentingan
kemudahan transport di Cianjur akhirnya kami sewa mobil aja langsung dari Bogor
dengan biaya sewa Rp300rb/hari.
![]() |
| Stasiun di Cianjur |
Perjalanan kereta tentunya sedikit lebih cepat, kami
berangkat pukul 08.00 dan sudah sampai pukul 10.00, sedangkan team 2 tiba 30
menit setelahnya. Dan ini adalah stasiun kereta di Cianjur yang juga terkenal
cukup bersejarah.
Langsung cuss ke Situs
Gunung Padang, dengan perjalanan yang relatif lancar dan sedikit menanjak dan
berkelok, maka satu jam lebih perjalanan dari stasiun, sampailah kita di
kawasan wisata ini. Gerbangnya cukup unik dan khas ditambah suasana alam yang
masih alami.
Tiket masukny amat
sangat terjangkau, Cuma Rp4000 . dan untuk menuju ke atas, kita harus menaiki
ratusan anak tangga, cukup lah membuat nafas ngos-ngosan. Tapi, sesampainya
diatas, inilah pemandangan yang bakal kalian tangkap... huwaw huwaw uwaw...
![]() |
| Akses ke atas |
![]() |
| suasana dari atas bukit |
![]() |
| batu-batu situs yang berserak serak bergembira |
![]() | ||
| Team Trip kali ini ( ki-ka : hafiz, gue, icha, denocng, isti, gusmen, yoni) |
2 jam lebih diatas buat
foto-foto rasanya udah bikin kami puas, lahir batin. Maka kami putuskan buat
pulang. Tapi, biar gak singkat amat, akhirnya kita mampir dulu di Air Terjun
Cikondang yang letaknya gak begitu jauh dari Situsnya, tapi perjalanan ke air
terjunnya cukup menghawatirkan karena harus melalui jalan sempit berbatu. Tapi
lagi lagi suguhan suasananya, gak bakal ngecewain... nih Curug Cikondangnya...
![]() |
| Curug Cikondang |
Sore menjelang dan
menyapa kami buat bergegas pulang... maka trip super singkat kami pun diakhiri
dengan perjalanan pulang ke bogor via puncak sambil mampir dulu di Sate
Maranggi di pinggir jalan...
Sabtu, 17 Januari 2015
Posted by TARMIZI on 04.10 with No comments
Kita hidup dalam pengakuan orang
Pengakuan akan prestasi akademik
Pengakuan akan karir
Pengakuan akan kesibukan
Pengakuan akan pendapatan
Pengakuan akan kesuksesan yang trtampakkan
Tapi apakah pengakuan itu bersumber dari diri? Dari passion
? dari kecintaan yang murni?
Kita lagi-lagi hidup karena pengakuan orang lain, hingga
mengabaikan pengakuan sendiri
Kita lagi-lagi mengejar pendapat positif dari orang lain,
lalu mengabaikan pendapat sendiri
Lantas untuk apa hidup? Kalau bukan untuk diri sendri?
Berikanlah diri sendiri keputusan yang nyaman
Karena pengakuan orang hanya untuk sentilan, bukan untuk
didewakan
Menikmati hidup dengan cara sendiri, dan bekerja atas minat
pribadi
Dan... bahagia itu .... seperti itu :)
Posted by TARMIZI on 04.07 with No comments
Kehidupan pasca kampus ternyata sekejam yang udah gue bayangkan sebelumnya.... Gak bisa ngegabut lagi bareng temen-temen, gak bisa nongkrong lagi walaupun sekedar di bengkel, gak bisa sms temen-temen buat ngajak makan bareng, gak bisa kekampus terus cabut karokean atau sekedar ke gramed, gak bisa keluyuran malem-malem tanpa beban... gak bisa.... ah bahagia banget kayaknya dulu pas masih masa kuliah.. serius !
Tapi gak ada yang namanya berhenti buat jalan atau sekedar ngesot kedepan. sekescil apapun ya harus 'go a head' lah... dan takdir yang entah kenapa Tuhan kasih, akhirnya terdamparlah anak bocah ini ke Pulau yang katanya salah satu pulau terbaik didunia... pulaunya para dewa, Bali.
Mengulang pernyataan gue yang pertama.. kalo kehidupan pasca kampus itu kejem.. sumpah kejem... kayak gini nih ->
tuh kejem kan... !!! S E N D I R I A N
itu mukanya aja itu yang senyum... palsu itu... hahaa
tapi alhamdulliah wa syukurillah nya nih ya... disini ternyata gak sendiri sebatang kara bangetlah.. ada geng ARL yang udah mendahului di Bali duluan, Sdri Trevy..
Bergitulah satu bulan yang tiap sabtu nya diisi dengan ekspolari pulau bali... jadi ya gak ngerasa suntuk-suntuk banget lah ama kerjaan yang....... ah udahlah... alhamdulliah ....
Tapi gak ada yang namanya berhenti buat jalan atau sekedar ngesot kedepan. sekescil apapun ya harus 'go a head' lah... dan takdir yang entah kenapa Tuhan kasih, akhirnya terdamparlah anak bocah ini ke Pulau yang katanya salah satu pulau terbaik didunia... pulaunya para dewa, Bali.
Mengulang pernyataan gue yang pertama.. kalo kehidupan pasca kampus itu kejem.. sumpah kejem... kayak gini nih ->
tuh kejem kan... !!! S E N D I R I A N
itu mukanya aja itu yang senyum... palsu itu... hahaa
tapi alhamdulliah wa syukurillah nya nih ya... disini ternyata gak sendiri sebatang kara bangetlah.. ada geng ARL yang udah mendahului di Bali duluan, Sdri Trevy..
Bergitulah satu bulan yang tiap sabtu nya diisi dengan ekspolari pulau bali... jadi ya gak ngerasa suntuk-suntuk banget lah ama kerjaan yang....... ah udahlah... alhamdulliah ....
Kamis, 09 Oktober 2014
Posted by TARMIZI on 09.35 with No comments
Petikan sunyi dalam keyakinan iman
beragam celotahan penuh sindiran
namun bunga akan tetap menjadi bunga
meski layunya tak dapat dicegah
mukanya... mulutnya... pandangannya...
biarlah menjadi setarik hembusan tanpa makna
karena iman pada yakinnya takdir Tuhan
lebih kuasa menguatkan
lebih menenangkan dalam badai
lebih menjanjikan dalam keraguan
Tuhan tak pernah ingkar
menjanjikan bunga terindah
bagi kumbang yang mencari sari terbaik
bukan sari yang pernah tersentuh
Biarlah petikan sunyi menjadi elegi
menghantarkan cercah sinar
membawa kemuliaan
beragam celotahan penuh sindiran
namun bunga akan tetap menjadi bunga
meski layunya tak dapat dicegah
mukanya... mulutnya... pandangannya...
biarlah menjadi setarik hembusan tanpa makna
karena iman pada yakinnya takdir Tuhan
lebih kuasa menguatkan
lebih menenangkan dalam badai
lebih menjanjikan dalam keraguan
Tuhan tak pernah ingkar
menjanjikan bunga terindah
bagi kumbang yang mencari sari terbaik
bukan sari yang pernah tersentuh
Biarlah petikan sunyi menjadi elegi
menghantarkan cercah sinar
membawa kemuliaan
Rabu, 17 September 2014
Posted by TARMIZI on 00.27 with No comments
Terkadang rencana yang kita buat tak selamanya sesuai dengan keinginan kita.
Baik itu rencana yang akhirnya terwujud, ataupun berakhir dengan pembatalan yang sempurna.
life is never flat.... begitulah Tuhan ngatur kehidupan biar gak mulus-mulus amat.
Nah... perjalanan ke a,i,u,e,o itu juga sering banget lanskap47 utarain , tp ya ujung2nya jadi wacana doang...
Tapi yang ini beda, ini kisah perjalanan lanskap47 yang udah cukup mateng disiapin, tp akhirnya cobaan anak soleh itu juga berat ternyata... ada aja setan2 yang gak suka yang akhirnya membatalkan semua rencana baik kami itu... semua atas izin Tuhan pastinya ...
Akhirnya dari perjalanan yang harusnya komplit diikuti semua member 47, akhirnya cuma 13 orang yang nekat-nekatan buat tetep melakukan perjalanan demi memuaskan hasrat dan biar gak rugi-rugi amat ama tiket yang udah terlanjur ke'booking'...
begitu lah..... selamat menikmati video ini :)
Langganan:
Postingan (Atom)
















