Minggu, 22 Maret 2015

Baju Koko Untuk Ayah (Film Pendek)

Ayah, sosok yang seringkali luput dari perbincangan kita. Kiprahnya sebagai imam di rumah, tapi disisi lain harus banyak diluar rumah demi memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya.
Mengadaptasi dari cerpen karya Yoni Elviandri, film pendek sederhana gue kali ini menjadi bentuk kecintaan dan persembahan untuk para ayah. Ketahuilah bahwa kami tak pernah lupa dan akan selalu memberikan apapun untuk kebahagianmu, meskipun hanya sebuah 'Baju Koko untuk Ayah'

Selamat menyaksikan :)
https://www.youtube.com/watch?v=hRE3Kgsd-wg&list=UU9sGsGAU2G9ntVjHaO88rtA

SITUS GUNUNG PADANG, CIANJUR

Berpergian ala-ala anak muda –cie ilah- seperti yang kami lakukan kali ini lagi-lagi bikin gue pengen trip lagi lagi dan lagi sama temen2 kayak gini. Kali ini diawal bulan November 2014, 2 minggu sebelum Wisuda gue –yeay- , kami sempatkan buat trip ke salah satu situs bersejrah yang lagi ngehits beberapa tahun belakangan karena kabarnya bukit dari situs ini merupakan bangunan Piramid yang kabarnya juga lebih besar dari piramid yang ada di Mesir. Kabarnya sih gitu, dan sampe sekarang masih diteliti lebih lanjut kebenarannya.Karena alasan itu juga, akhirnya kami yang dimotori oleh Yoni, Hafiz, Gusmen, Icha, Dencong, Isti, dan Gue sendiri pastinya mengunjungi situs ini.
             
Perjalanan kami awali dari Bogor, tapi terpisah 2 team. Team 1 (Gue, Gusmen, Dencong) berangkat pake kereta api seharga tiket Rp55rb, sedangkan team 2 (Icha, Yoni, Hafiz, Isti) berangkat naik mobil sewaan. Kepaksa kebagi dua karena Team 1 udah keburu beli tiket duluan, dan demi kepentingan kemudahan transport di Cianjur akhirnya kami sewa mobil aja langsung dari Bogor dengan biaya sewa Rp300rb/hari.
Stasiun di Cianjur
        
Perjalanan kereta tentunya sedikit lebih cepat, kami berangkat pukul 08.00 dan sudah sampai pukul 10.00, sedangkan team 2 tiba 30 menit setelahnya. Dan ini adalah stasiun kereta di Cianjur yang juga terkenal cukup bersejarah.

Langsung cuss ke Situs Gunung Padang, dengan perjalanan yang relatif lancar dan sedikit menanjak dan berkelok, maka satu jam lebih perjalanan dari stasiun, sampailah kita di kawasan wisata ini. Gerbangnya cukup unik dan khas ditambah suasana alam yang masih alami.
Gapura Masuk
 
Tiket masukny amat sangat terjangkau, Cuma Rp4000 . dan untuk menuju ke atas, kita harus menaiki ratusan anak tangga, cukup lah membuat nafas ngos-ngosan. Tapi, sesampainya diatas, inilah pemandangan yang bakal kalian tangkap... huwaw huwaw uwaw...

Akses ke atas
Berwisata sekaligus belajar banyak tentang sejarah buat kita melek dikit tentang kemahsyuran zaman dahulu,, bayangin aja kalo ini beneran Piramid raksasa... berarti gue pernah naik atas piramid, hahaahha..


suasana dari atas bukit
batu-batu situs yang berserak serak bergembira



Team Trip kali ini ( ki-ka : hafiz, gue, icha, denocng, isti, gusmen, yoni) 
2 jam lebih diatas buat foto-foto rasanya udah bikin kami puas, lahir batin. Maka kami putuskan buat pulang. Tapi, biar gak singkat amat, akhirnya kita mampir dulu di Air Terjun Cikondang yang letaknya gak begitu jauh dari Situsnya, tapi perjalanan ke air terjunnya cukup menghawatirkan karena harus melalui jalan sempit berbatu. Tapi lagi lagi suguhan suasananya, gak bakal ngecewain... nih Curug Cikondangnya...
Curug Cikondang


Sore menjelang dan menyapa kami buat bergegas pulang... maka trip super singkat kami pun diakhiri dengan perjalanan pulang ke bogor via puncak sambil mampir dulu di Sate Maranggi di pinggir jalan...






Sabtu, 17 Januari 2015

Genus 2014


















Hidup karena Pengakuan Orang?



Kita hidup dalam pengakuan orang
Pengakuan akan prestasi akademik
Pengakuan akan karir
Pengakuan akan kesibukan
Pengakuan akan pendapatan
Pengakuan akan kesuksesan yang trtampakkan

Tapi apakah pengakuan itu bersumber dari diri? Dari passion ? dari kecintaan yang murni?
Kita lagi-lagi hidup karena pengakuan orang lain, hingga mengabaikan pengakuan sendiri
Kita lagi-lagi mengejar pendapat positif dari orang lain, lalu mengabaikan pendapat sendiri
Lantas untuk apa hidup? Kalau bukan untuk diri sendri?

Berikanlah diri sendiri keputusan yang nyaman
Karena pengakuan orang hanya untuk sentilan, bukan untuk didewakan
Menikmati hidup dengan cara sendiri, dan bekerja atas minat pribadi
Dan... bahagia itu .... seperti itu :)

Hey Bali ( untuk Satu Bulan Bersamamu )

Kehidupan pasca kampus ternyata sekejam yang udah gue bayangkan sebelumnya.... Gak bisa ngegabut lagi bareng temen-temen, gak bisa nongkrong lagi walaupun sekedar di bengkel, gak bisa sms temen-temen buat ngajak makan bareng, gak bisa kekampus terus cabut karokean atau sekedar ke gramed, gak bisa keluyuran malem-malem tanpa beban... gak bisa.... ah bahagia banget kayaknya dulu pas masih masa kuliah.. serius !

Tapi gak ada yang namanya berhenti buat jalan atau sekedar ngesot kedepan. sekescil apapun ya harus 'go a head' lah... dan takdir yang entah kenapa Tuhan kasih, akhirnya terdamparlah anak bocah ini ke Pulau yang katanya salah satu pulau terbaik didunia... pulaunya para dewa, Bali.

Mengulang pernyataan gue yang pertama.. kalo kehidupan pasca kampus itu kejem.. sumpah kejem... kayak gini nih ->





tuh kejem kan... !!! S E N D I R I A N
itu mukanya aja itu yang senyum... palsu itu... hahaa

tapi alhamdulliah wa syukurillah nya nih ya... disini ternyata gak sendiri sebatang kara bangetlah.. ada geng ARL yang udah mendahului di Bali duluan, Sdri Trevy..
Bergitulah satu bulan yang tiap sabtu nya diisi dengan ekspolari pulau bali...  jadi ya gak ngerasa suntuk-suntuk banget lah ama kerjaan yang....... ah udahlah... alhamdulliah ....

Kamis, 09 Oktober 2014

Petikan sunyi

Petikan sunyi dalam keyakinan iman
beragam celotahan penuh sindiran
namun bunga akan tetap menjadi bunga
meski layunya tak dapat dicegah

mukanya... mulutnya... pandangannya...
biarlah menjadi setarik hembusan tanpa makna
karena iman pada yakinnya  takdir Tuhan
lebih kuasa menguatkan
lebih menenangkan dalam badai
lebih menjanjikan dalam keraguan

Tuhan tak pernah ingkar
menjanjikan bunga terindah
bagi kumbang yang mencari sari terbaik
bukan sari yang pernah tersentuh

Biarlah petikan sunyi menjadi elegi
menghantarkan cercah sinar
membawa kemuliaan

Rabu, 17 September 2014

Perjalanan Terencana yang Diluar Rencana

Terkadang rencana yang kita buat tak selamanya sesuai dengan keinginan kita.
Baik itu rencana yang akhirnya terwujud, ataupun berakhir dengan pembatalan yang sempurna.
life is never flat.... begitulah Tuhan ngatur kehidupan biar gak mulus-mulus amat.

Nah... perjalanan ke a,i,u,e,o itu juga sering banget lanskap47 utarain , tp ya ujung2nya jadi wacana doang...
Tapi yang ini beda, ini kisah perjalanan lanskap47 yang udah cukup mateng disiapin, tp akhirnya cobaan anak soleh itu juga berat ternyata... ada aja setan2 yang gak suka yang akhirnya membatalkan semua rencana baik kami itu... semua atas izin Tuhan pastinya ...

Akhirnya dari perjalanan yang harusnya komplit diikuti semua member 47, akhirnya cuma 13 orang yang nekat-nekatan buat tetep melakukan perjalanan demi memuaskan hasrat dan biar gak rugi-rugi amat ama tiket yang udah terlanjur ke'booking'...

begitu lah..... selamat menikmati video ini :)