Minggu, 11 November 2012

First Short Movie Product

Akhirnyaaa..... lega banget rasanya bisa nyelesain job pembuatan film untuk acara Fieldtrip ARL 2012.
Film yang pada akhirnya rampung H-6jam sebelum Launching ini, syukurnya cukup memuaskan. Yah.. saking Kejar tayangnya, gw harus nyelesaian nih film waktu di angkot menuju lokasi Fieldtrip, karena malemnya gw gak sengaja ketiduran sebelum editing suara kelar. Baru ngerasain yg namanya kejar tayang itu --"

Dan inilah crew yang begitu hebatnya dalam produksi film perdana kita ini... (kiri-kanan) Icha gaul-Gue-Megis. Sebetulnya ada satu lagi, Soka, tp pas lg foto dia menghilang.. maaf soka :D

Ceritanya film ini sih sederhana banget, cerita tentang beragam hal yang sering terjadi selama kehidupan kuliah di arsitektur Lanskap, hingga akhirya sosok ini berhasil meraih kesuksesan.
Oh ya, Pemeran utamanya Jaka Lesmana Putra. Thanks bnyk ya Jaka atas kesediaan bertingkah konyol di film ini.. haha...
Karena harus beradegan konyol, akhirnya satu scene aja, ada yg ampe memakan waktu 1,5 jam..... sesuatu yg sesuatu banget dah.

Intinya, gw makin cinta dengan dunia perfilman seperti ini. Harapan gw nampaknya makin terasah. dan satu lagi.. gue makin Cinta dengan sahabat2 di ARL.. mereka itu HEBAT dan KREATIF parah... Makasih bnyk semuaaaa... :)

Nah.. sekarang langsung tonton aja deh Film sederhana ini.. 'Sepenuh Cinta Untuk Lengskep'  .. semoga menghibur ya :)

ni situsnya :: http://www.youtube.com/watch?v=oRY8NaknDyg

Minggu, 28 Oktober 2012

Perpisahan yang Sempurna

Sepagi itu…
Kala mentari belum bangkit dari peraduannya
Zumi berlari memecah keheningan alam, menerobos kabut subuh, menjatuhkan embun yang terpulas diatas daun
Ia berlari melawan waktu demi menjumpai Matita yang telah menunggu di bawah pohon maple yang masih menguning

“Matita, maaf aku terlambat”
Diam
“Apakah kau marah Matita?”
“Kalau kau anggap aku marah, berarti kau belum mengenalku”
“Maafkan aku Matita”
“Tak akan mungkin hanya karena beberapa detik keterlambatan ini, aku menghabiskan energi untuk marah. Menunggu kepastianmu jauh lebih penting bagiku”

Lama terdiam, hingga kicau kutilang memecah keheningan.

“Akankah kau hanya menunggu kepastian itu?”
“Aku tidak berhak menunggu hal lain” Jawab Matita
“Bagaimana jika ternyata yang kau tunggu tidak sesuai harapan?”
“Aku akan berlari… Mencari kepastian yang tersedia di tempat lain”
“semudah itu?” Zumi memegang erat lengan atas Matita
“Mengapa tak kau katakan saja segera kepastiannya?” Matita menggoyangkan tangan berusaha melepaskan genggaman Zumi

Mentaripun mengintip memberi sedikit cercah cahaya pagi

“Mengapa kau terdiam Zumi?”
“Maafkan Matita, aku tak ingin kau lelah karena berlari”
“Lebih baik aku lelah berlari dalam kepastian, dari pada aku mati dalam penantian”
“Beri aku satu kesempatan lagi untuk membujuk mereka”
“Harusnya kita bersatu karena kesempurnaan restu, bukan paksaan dan belas kasihan” dan tangis Matita pun tak tertahankan
“Bukan kah kita yang menjalankan? Mereka tak akan pernah bisa mengerti…” Zumi berupaya meyakinkan dalam keraguannya sendiri “Pergilah bersama ku, kita pasti mampu bertahan, sebagaimana pertahanan kita selama bertahun-tahun lalu”

Matita menatap Zumi tajam “Cinta memang memberikan kekuatan. Tapi, Cinta tak pernah menguatkan untuk menghalalkan dosa”
“Kau anggap semua ini dosa Matita?”
“Aku hanya menginginkan Persatauan cinta tanpa ada yang tersakiti”
“tapi… bukan berarti mengorbankan perasaanmu sendiri !”
“dan bukan berarti pula mengorbankan perasaan orang lain” Jawab Matita
Matita berjalan perlahan sembari menatap mentari yang masih tampak setengah bagian dibalik bukit “Mungkin inilah saat ketika kita harus merelakan cinta, bukan karena ia tak mencintai lagi, tapi karena Lebih baik jika tak bersama”
Matita menengok dan  menatap Zumi “Kesempurnaan cinta ialah ketika semua orang berbahagia karena cinta itu”

Zumi memalingkan pandangan “Aku banyak belajar dari mu Matita. Andaikan kita dilahirkan bukan dalam perbedaan, hingga tak ada aturan yang melarang semua ini”
Matita menarik nafas panjang “Tak perlu banyak berandai. Tuhan punya perandaian yang telah ia tentukan jauh lebih Indah dari perandaian kita”


Dan Mentaripun sempurna terbit membentuk lingkar bercahaya, sesempurna akhir cerita Zumi dan Matita.
                                                    _tarmizi : penghujung okt 2012_

Rabu, 24 Oktober 2012

Nanti.. ketika Rindu...

Nanti, cepat atau lambat, kita harus meninggalkan semua kebiasaan ini...
Sekarang kita bilang "Bosen ih sini sini mulu, kampus lagi.. bengkel lagi.. studio lagi.."
tapi nanti, gw yakin kita pasti merindukan semua bagian-bagian ini,,,

Ketika nanti, kita akan merindukan riang canda tawa bahkan emosi dan kemarahan di Bengkel Lanskap tercinta...


 atau Meja bengkel dan pagar bambu yang selalu ada menemani saat ramai hingga sunyi nya...




Studio Desain dan perencanaan, atau biasa kita sebut Studio atas dan studio bawah...
Menjadi ruang penuh kisah akan tumpukan tugas yang sering kita bilang 'tiada akhir' itu

Juga Meja gambar yang begitu sempitnya ketika kita harus mengukir rapido di lembar A0.
Komdik ARL... yang begitu setia staytune di samping bengkel,,, Loket yang buka pkl 08.00-12.00 dan 13.00-16.00 menjadi rekan setia kita mengurusi kepeluan akademik nan rumit itu.
akan rindu pula akan istilah 'warnet' yang kita gunakan untuk menyebut area wifi di atas bengkel. menjadi markas monopoli area anak ARL kala harus berkutat dengan tugas2 melalui dunia maya.




Hangatnya siang hingga dinginnya ubin dan hembusan malam, menjadi aktivitas yang tak terlepas kala Deadline2 itu datang.... 
berdampingan dengan Tangga utama faperta yang berada tepat disamping bengkel tercinta. Tangga kokoh nan indah ini, menajdi saksi bisu keceriaan dan keluhan kita menghadapi tugas-tugas itu.



ada lagi,,,,, sejuknya bengkel, studio dan area sekitarnya, tak terlepas dari kontribusi pohon besar nan kokoh yang kita sebut 'Samanea saman' .


nanti... ketika semua kerinduan akan hadir.... Semua Bagian-bagian penuh makna  ini akan mengisi ruang tersendiri di memori ini....
selagi masih ada waktu, nikmatilah keindahannya.. keindahan akan Cerita dan Ceria bersama bengkel dan sekitarnya...

Rabu, 19 September 2012

Karakter Lanskap

Karakter, sesuatu yang menjadi ciri atau kekhasan dari suatu benda yang membedakannya dengan benda lain. Lanskap pun begitu, memiliki karakternya tersendiri. Lanskap suatu pegunugan, tentunya berbeda dengan lanskap di pesisir. Bahkan si satu jenis lanskap pun,bisa kita lihat karakter yang berbeda. Semua karakter inilah yang menjadikan suatu lanskap memiliki nilai unik yang harus di ekspos dan dijaga keberadaannya.

Seperti yang kita tahu, lanskap terbagi 2 : Lanskap alami dan lanskap buatan. Lanskap alami merupakan lanskap yang terbentuk secara alami akibat kegiatan alamiah di bumi. Sedangkan lanskap buatan ialah lanskap yang dibentuk oleh manusia melalui beragam cara.

Berbeda dengan lanskap buatan, lanskap alami sudah pasti menghadirkan keseimbangan dan keselarasan. Sebagaimana kata Bpak J.O Simonds di Bukunya Landscape Architecture (4th Edition) , Permukaan bumi menampakkan suatu keharmonisan dan kesatuan diantara berbagai elemen alami penyusunnya, seperti permukaan tanah, pegunungan, vegetasi bahkan satwa. Seluruhnya dapat  dikatakan sebgai karakter lanskap yang tercipta secara alami.


Dengan kondisi fisik seperti inilah, Lanskap juga bisa dibagi dalam 2 kategori yaitu Lanskap Mayor dan Lanskap Minor.
Lanskap Mayor merupakan bentukan lanskap yang tidak dapat diubah, seperti Barisan Pegunungan, pantai, iklim, cuaca, dan sebgaianya.
Sedangkan Lanskap Minor ialah lanskap yang masih memungkinkan untuk diubah, seperti Bukit rendah. Perubahan bentukan ini dapat dilakukan dengan beragam cara, seperti melau grading, cut and fill. atau konstruksi.
(J.O Simonds)

Perubahan bentuk karakter alami lanskap harus merupakan upaya pengoptimuman fungsi dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lanskap yang ada.
Untuk itulah perlu kearifan dari manusia agar tidak terjadi konflik antara kepentingan manusia dan keberlanjutan alam.


Minggu, 16 September 2012

Gores rasa Tingkat 3

Semakin rumit, semakin mengurangi jatah lelap
Awal di tingkat tiga yang nyatanya sungguh menggila
tingkat yang sudah cukup dianggap tua di kalangan studi sarjana.

Bukan nya tak percaya, namun masa terasa begitu cepat melintas
semakin dekat dengan garis finish itu, maka makin sulit aku menemukan feel yang sesuai
semakin mengerucut ilmu, namun terasa semakin sesak dan mendesak

Iringi aku, menuju keyakinan dan keikhlasan yang utuh
akan dunia ini, akan kecemerlangan yang menanti,
Disana, aku mengharap jutaan rancangan indah yang tersisa
untuk diriku dalam meniti kontur yang harus dilalui

Rabu, 12 September 2012

Harapan Dulu

Perlahan semua memuai
kepedulian yang dulu tercurah
kini menetes tak tersisa

Lembut kau lepas
genggam yang pernah begitu erat
kini merenggang dan longgar

Hembus syair-syair
yang menjadi untaian ceritamu
kini terburai dan berhamburan


Rongga hati telah sesak
terisi dengan semua sabar dan harap
layaknya menanti tua
akupun mengharap kembalimu

Bukan kesempurnaan
aku harapkan kesetiaan
Bukan kemenangan
aku harapkan perjuangan


Jika kini adalah malam
maka aku inginkan siang,
Jika kini adalah hitam
maka aku inginkan putih,
Jika kini adalah benar engkau
maka aku inginkan bukan engkau

Dalam kesejukan yang pernah kau beri
aku merindukan itu
menginginkan sebagaimana dulu

                    (Dibawah rindang pohon, Situ Burung, Bogor. 11 September 2012 Pk.16.45 WIB)




Senin, 03 September 2012

ORNAMEN NUSANTARA

Ornamen ARL, merupakan agenda rutin di Departemen kebanggan gue ini. Ornamen itu akronim dari Orientasi Pengenalan Departemen, yah bahasa umumnya mungkin Ospek Departemen.

Dan untuk tahun ini, Ornamen yang kami usung selaku panitia penyelenggara, ARL 47 ialah Nusantara. Tema ini kami pilih salah satunya untuk mengusung niat suci yaitu membangkitkan kembali semangat kenasionalitasan untuk membangun Indonesia yang indah dan hijau sesuai profesi kita sebagai arsitek lanskap nantinya.

lanjut ke Acara Ornamen sendiri... Meskipun hanya disediakan alokasi waktu 2 hari atau totalnya hanya 12 jam, tapi Ornamen ARL48 kali ini cukup memberikan kesan tersendiri. Ditengah suasana libur lebaran, ternyata baik peserta maupun panitia masih bersemangat mengikuti Ornamen Nusantara yang diselenggarkan pada 26 dan 28 Agustuts 2012 ini.

Ini acara kita di hari pertama, yang kita sebut Gerbang Nusantara..








 Kalo ini di Hari-2, 28 Agustus 2012






















Perjalanan Ornamen Nusantara cukup melelahkan, tapi kisah belum berakhir di harike2, karena masih ada Pesta Rakyat yang tak kalah hebohnya.. Pokoknya Arsitektur Lanskap.. Tetap Paling Jitu !!!