Wikipipedia says ::
Ini lah mereka , saudara-saudara kita yang hakikatnya sama seperti kita, pemulihan kondisi mereka akan jauh lebih baik apabila kita memperlakukan mereka sama seperti perlakuan kita pada orang sehat lainnya.
Diposting oleh TARMIZI di 19.05 0 komentar
Ha Ha Wall???
Mungkin banyak diantara kita yang asing mendengar istilah dari bahasa inggris ini, termasuk gw pada awalnya. Gue baru dengar istilah ini ketika gw Kuliah Teori Desain Lanskap, ketika itu Dosen kita, bu Vera, menanyakan tentang Ha ha Wall ini. Semua diam... ternyata semua belum tau akan istilah ini, dan bu vera pun ngejelasin maksud dari sebutan ha ha wall itu.
Ha ha wall itu semacam parit... tapi bukan seperti parit yang sering ada di pinggir jalan gitu.. Ini parit bukan sembarang parit, hahaha... Jadi Maksud Ha Ha Wall itu ialah parit yang berfungsi sebagai pembatas suatu area. Dan parit yang dimaksud disini, tidak berisi air.. Jadi seperti lubang memanjang gitu...
Di wikipedia dinyatakan : Ha-ha adalah istilah dalam desain taman yang mengacu pada parit , satu sisi yang tersembunyi dari pandangan, yang dirancang untuk memungkinkan pandangan terhalang dari kebun , tanah , atau taman
, guna mempertahankan penghalang fisik dalam satu arah, biasanya
untuk menjaga ternak keluar dari sebuah perkebunan luas.
lebih jelasnya liat gambar deh ::

Diposting oleh TARMIZI di 21.55 0 komentar
Diposting oleh TARMIZI di 06.27 2 komentar
Diposting oleh TARMIZI di 15.55 0 komentar
Diposting oleh TARMIZI di 12.36 0 komentar
Welcome Semester4 :D... Salah satu MatKul yg gw dapet yaitu Rekayasa Lanskap/tapak , dan diawal materi kita bljr ttg Penggunaan Theodolit. Alat yg mnjadi sngt pnting di keprofesian arsitek.
Theodolit adalah alat ukur tanah untuk menenetukan ketinggian tanah dari satu titik. Tidak hanya secara mendatar tapi jg scra tegak.
Secara umum, theodolit ada 2 : Theodolit Manual dan Theodolit Digital. Disni gw ceritain dikit ttg Theodolit Digital aja yah...
Jadi step2 penggunaan theodolit digital ialah :
1. Berdirikann dulu tripot/kaki penyangga
2. Letakkan Theodolit diatasnya
3. Tentukan BenchMark awal di bawah theodolit. Lalu pas-kan posisi theodolit dengan melihat di teropong kecil di theodolit agar TitikBenchmark itu tepat di tengah. Benchmark ini akan menjadi titik nol dari suatu pmbangunan.
4. Luruskan scra horizontal Theodolit dg cara mnelihat waterpass. Pusatkan udara di waterpass agar berada ditengah sbg tanda Theodolit sudah lurus.
5. Catat posisi V dan H di Layar digital theodolit.
6. ukur tinggi theodolit dg Mistar Theodolit. Tinggi ini akan mnjadi patokan ketika kita mncari ketinggian di tmpat lain. Ketinggian ini ialah Titik tengah.
7. Posisikan mistar di utara (bukan brrti diutara bumi, tp mksudnya lurus keatas dr posisis theodolit) di ujung suatu tapak. Luruskan posisi mistar dgn cara meliaht waterpass dimistar.
8. untuk menepatkan teropong agar pas di mistar, lohat di teropong segitiga , teropong kecil tepat diatas teropong utama,
9. Lalu lihat di teropong utama, Tepatkan garis horizintal di tengah dari yg kita lihat di teropong dgn Titik tengah yg sudah kita dapat tadi
10. ada garis di atas dan dibawah garisa tengah tadi, nah catat angka yg tepat di garis itu. yg atas menjadi Titik Atas dan yg bawah sbg Titik Bawah
11. setelah pas, reset layar digital 2x agar V berada di 0 (nol).
12. Catat H nya.. ini adalah awal dr semua titik
13. Selanjutnya lakukan hal yang sama di titik lain yg mau diketahui ketinggiannya , jgn lupa catat V dan H di layar digital.
14. angka2 yg didapat akan diolah dgn perhitungan . Untuk caranya, tunggu post-an berikutnya.. heheh..
#maaf jika ada yg keliru :)
Diposting oleh TARMIZI di 14.46 2 komentar
